Kamis, 14 Mei 2009

Trilogi Warna Cinta

* Oleh : Riki Efendi

Saya ingin sedikit bicara. Tentang cinta. Sesuatu yang amat dibutuhkan dalam hidup. Cinta Allah-lah yang memulai hidup kita. Maka cinta tak layak didefinisikan secara egois dengan mencoba melepasnya dari elemen Ilahiyah. Secara sepihak dan berbekal keterbatasan saya, ijinkan saya menggoreskan tiga warna cinta yang hinggap di benak saya. Jika tak sepakat, silahkan anda gores warna cinta anda dengan versi sendiri.

Cinta Biru, Cinta Penuh Nafsu
Terlebih dahulu, saya dengan amat sangat, memohon maaf kepada para penggemar warna Biru. Tapi bagaimana lagi. Referensi film-film bertema nafsu yang mendompleng kata-kata cinta diwakili oleh warna yang sebenarnya warna kedamaian ini. Nafsu biasanya bersifat menutupi. Ia menutupi rasa kasih sayang dengan perilaku kebinatangan. Ia juga berkarakter mendahului. Ia mendahului pemenuhan materil dibanding kebutuhan batiniah. Intinya cinta biru ini hanya dimiliki orang-orang yang bersikap oportunis terhadap cinta. Mengatasnamakan cinta untuk kepentingan kelaminnya.

Cinta Merah Jambu, Cinta yang Belum Dewasa
Jika ditanya penyakit apa yang sekarang sedang amat mengejala di kalangan aktivis kampus, maka jawabannya bukanlah tipes yang disulut kelelahan akut. Atau juga sakit kepala karena kebanyakan mengikuti rapat. Penyakitnya adalah penyakit hati. Penyebabnya adalah sebuah virus mungil yang sebenarnya tak berbahaya. Virus Pinky. Atau yang lebih dikenal dengan Virus Merah Jambu. Namun ketidakbahayaannya itulah bahayanya. Ia membuat lengah calon inangnya. Lalu menggerogoti sedikit demi sedikit. Ia membisikkan makna cinta yang melenceng. Ia mendefinisikan cinta dengan amat dangkal. Bunga, puisi, lagu romantis. Ia tidak produktif. Ia hanya responsif. Cinta ini paling doyan menginfeksi mata. Sehingga pandangan pertama kemudian membuatnya tak lelap tidur dan tak lahap makan.
Cinta ini merupakan cinta yang belum dewasa. Ia masih amat responsif, mengharu biru oleh hal-hal sepele. Tak salahlah kalau pada frase namanya coba saya tambah satu kata lagi. Kata ‘monyet’. Sepertinya lebih enak didengar dan bisa menjadi Early Warning System bagi kita. Cinta Merah Jambu Monyet. Cinta yang dikenal orang-orang yang belum matang dan tidak ingin matang. Cintanya orang-orang yang sok tahu tentang apa itu arti cinta.

Cinta Merah Saga, Cinta yang Diselimuti Bara Semangat
Merah saga mengingatkan saya pada nyala api di tanah syuhada, Palestina. Mengingatkan pada semangat cinta yang bersumber pada sesuatu yang tak berbatas. Allah. Sehingga kesabaran para mujahidin itu tak berbatas. Ikhtiar mereka tak berbatas. Ibadah mereka tak berbatas. Khudznudzon mereka kepada Allah juga tak berbatas. Apalagi semangat juang mereka. Meski dengan modal persenjataan kalah tanding, mereka yakin dengan apa yang mereka perjuangkan. Keredhoan Allah. Dan buahnya amat menakjubkan. Banyak melahirkan keajaiban. Inilah cinta produktif dan penuh inspirasi. Dimana seorang ibu dengan bangga melepas anak laki-lakinya yang akan menjemput kematian. Tentu kematian yang menyunggingkan senyum. Senyum untuk mengetahui letak kamar tidur abadinya adalah di syurga tertinggi. Subhanallah.

Ya Allah, Kurniakan padaku cinta merah saga. Cinta yang penuh bara semangat. Semangat menghamba pada-Mu. Semangat mendekat pada-Mu. Semangat berlari ke arah-Mu. Semangat merengkuh redho dan beristirahat pulas di sisi-Mu.

5 komentar:

  1. kirain warna cintany sesuai yg ada di pelangi...hehe..
    ternyata eh ternyata..
    but,aniwei..
    smg cinta merah saga yg terpatri dalam dada ini... Allohu Akbar! ^^

    BalasHapus
  2. Allahu Akbar....
    Cinta itu bukan mellowitas, tapi produktivitas dan vitalitas....

    BalasHapus
  3. subjektif,,
    tapi okelah, itu merupakan hak penuh pengarang.
    seandainya saya harus memilih satu diantara 3 warna itu, maka saya akan memilih warna biru..
    terus terang, warna mewakili rasa.
    Dan biru mewakili komponen panas dan dingin,sekaligus.
    saat terlalu beku, ia memanaskan-menghangatkan (mm.., api biru jauh lebih panas dari api merah bukan??).
    dan saat terlalu panas, ia akan mendinginkan.

    hix.. ternyata cinta biru saya masuk dalam kategori sedemikian miris

    alasan terkahir saya pilih biru,, karena klo saya boleh pilih warna cinta saya.
    saya akan pilih Cinta Hijau.
    dengan alasan bgini, bgitu..
    he3

    (oiya, biru deket dg warna hijau kan..)

    salam, ipul

    BalasHapus
  4. bagus k..salam kenal
    sama jika b0leh memilih aku juga ingin memilih cinta hijau spt gus ipul dgn seluruh makna yang tersimpan dipenjara sejuknya hijau.

    BalasHapus